Lokasi Outbound di Malang

Outbound Di Batu Malang

Jaman Pra sejarah outbound di batu malang

Sekilas tentang jaman pra sejarah. Jaman pra sejarah adalah jaman sebelum manusia mengenal tulisan.outbound di batu malang Bukti sejarah yang digunakan untuk mengetahui masa ini adalah fosil dan artefak outbound di batu malang. Fosil adalah sisa-sisa makhluk hidup yang telah membatu, sedangkan artefak adalah benda-benda, alat-alat (perkakas, senjata), perhiasan yang digunakan oleh manusia purba pada jamannya.

Secara umum outbound di batu malang , jaman pra sejarah bisa dibagi menjadi beberapa periode yaitu:

1) Masa paleolithikum (jaman batu tua): jaman purba yang berlangsung dari 750.000 tahun sampai 15.000 tahun yang lalu, ditandai oleh pemakaian alat-alat serpih

2) Masa mesolithikum (jaman batu tengah): masa peralihan antara jaman purba paleolithikum dan neolithikum

3) Masa Neolithikum (jaman batu muda): bercirikan unsur kebudayaan, seperti peralatan dari batu yang diasah, pertanian menetap, peternakan, dan pembuatan tembikar

4) Masa Megalithikum (jaman batu besar): ditemukannya bangunan-bangunan batu seperti dolmen, menhir, punden berundak

5) Masa Perundagian: bercirikan kemampuan manusia yang mulai mengolah logam

  1. Masa masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu-Budha
  2. Masa masuk dan berkembangnya pengaruh Islam

MASA PERKEMBANGAN ISLAM

Tidak cukup banyak sumber data sejarah konkrit dan realistis yang berkenaan dengan kesejarahan daerah Batu pada masa perkembangan Islam. Selain menggali informasi dari sejumlah situs makam Islam kuno yang ada di kota wisata batu maupun yang mempunyai hubungan, sumber data yang diperoleh dan di dapatkan kebanyakan dalam bentuk tradisi lisan mulut ke mulut atau kearifan legenda masyarakat local.

Jejak budaya pra-Islam yang sedikit lebih kuat tentang keberadaan dan kebenarannya didapati pada areal makam Mbah Batu di Dukuh Banaran.

Jika ditelusuri sejarah berkembangnya islamisasi di daerah Batu, tidak terlepas dari proses islamisasi di daerah Malang. Pengaruh Islam dari Giri (Gresik) dan penaklukan Kerajaan Sengguruh (kerajaan Hindu terakhir) oleh Kasultanan Demak yang diperkirakan pada 1545 tak berdampak bagi proses tersebarnya Islam di Batu karena jaraknya yang cukup jauh dan susah diakses.

Terdapat sejumlah tokoh masyarakat dalam legenda lokal dinyatakan berjasa dalam siar penyebaran Islam pada awal berkembangnya agama Islam di daerah Batu pada masa itu,yaitu Mbah Batu dan Bambang Selo Utomo (Bumiaji, Punten), Mbah Mas (Kampung Besul), Mbah Macan Kopek (Sisir), Mbah Bener (Temas), Eyang Jugo (Junggo), dan Mbah Masayu Mataram (Ngaglik).

Karena jika kita telusuri lebih jauh secara sederhana memakai logika saja sudah dapat kita prediksikan tentang cerita prasasti sejarah candi songgoriti dan masa sebelum kedatangan Abu Ghonaim/Mbah Batu/Mbah Wastu sudah terbentang masa waktu yang berbeda, daerah Batu sudah menjadi pemukiman warga pada masa pra sejarah hingga masa Hindu Budha. Selain itu, nama Batu yang berasal dari nama Mbah Batu juga perlu dicermati karena sebelum kedatangan Mbah Batu, nama ini sudah tercantum di beberapa prasasti sebagai nama desa kuno pada masa perkembangan Hindu-Budha. Bisa jadi justru nama Mbah Batu berasal dari nama daerah, Mbah Batu yang artinya Mbah dari Batu hingga  sampai Masa dimana masuk dan berkembangnya bangsa-bangsa Eropa di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *